Allahu…‘Kesakitan Melahirkan Tak Tertanggung Dengan Kesakitan Melihat Anak Perlahan-lahan Nyawanya Ditarik…’

Kehadiran cahaya mata bagi pasangan suami isteri adalah detik yang dinanti-nanti. Namun, tidak semua kisah berakhir dengan pengakhiran bahagia. Anak juga boleh jadi satu ujian yang didatangkan Allah SWT untuk menguji hamba-Nya.

 

Kisah yang dikongsikan pengguna Twitter mengenai anak yang hanya dipinjamkan seketika untuk melihat dunia membuatkan netizen sebak dan bersimpati dengan nasib menimpa ibu bapanya.

Image result for perempuan mengandung

 

Scan baby, doktor kesan ada yang tak kena

 

Pengguna Twitter bercerita kisah Ani yang teruja menantikan bayi sulung dan membuat pemeriksaan doktor bagi memastikan segalanya berjalan lancar. Keterujaan bakal ibu terhenti apabila doktor mengesan sesuatu yang tidak kena dengan kandungannya.

Image result for perempuan menangis

Tak ada tempurung kepala, bayi tak ada harapan hidup bila lahir

 

Dinasihat bersalin awal

 

‘Kita patut bangga ada anak syurga’

 

Sakit menyengat sampai ke tulang

 

‘Baby kesian kat mummy, tolong mummy ye’

 

Sekali teran je baby dah keluar

 

Anak dah selamat pulang

 

Hujan renyai-renyai, anak Ani selamat dikebumi

 

 

Sumber:  http://ohbulan.com/kesakitan-melahirkan-tak-tertanggung-dengan-kesakitan-melihat-anak-perlahan-lahan-nyawanya-ditarik/

Inilah Suara Yang Didengar Mayat, Siapa Tidak Membaca Teramat Rugilah Dia

Inilah Suara Yang Didengar Mayat, Siapa Tidak Membaca Teramat Rugilah Dia

Yang Akan mengikut sekujur tubuh bergelar mayat ada 3 Tiga : Keluarga, Hartanya, Dan Amalnya.

Ada Dua Yang Kembali Dan Satu Tinggal Bersamanya ; Keluarga Dan Hartanya Akan Kembali Sementara Amalnya Akan Tinggal
Bersamanya.

Waktu Roh Meninggalkan Jasad…
Terdengar Nada Dari Langit Memekik,
” Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia,
Atau Dunia Yang Meninggalkanmu Apakah Kau Yang Telah Menumpukan Harta Kekayaan,
Atau Kekayaan Yang Sudah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Sudah Menumpuk Dunia,
Atau Dunia Yang Sudah Menumpukmu Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Sudah Menguburmu. ”

Saat Mayat Bakal Dimandikan….
Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
” Wahai Fulan Anak Si Fulan…
Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat Kenapa Sekarang ini Terkulai Lemah Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih Mengapa Saat ini Bungkam Tidak Bertemura Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar Kenapa Saat ini Tuli Dari Seribu Bhs Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia Kenapa Saat ini Raib Tidak Bersuara.
Saat Mayat Siap Dikafan…
Nada Dari Langit Terdengar Memekik,
” Wahai Fulan Anak Si Fulan Berbahagialah Bila Kau Bersahabat Dengan Ridha Allah Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah Wahai Fulan Anak Si Fulan…
Saat ini Kau Tengah Ada Dalam Satu Perjalanan Nun Jauh Tidak ada Bekal Kau Sudah Keluar Dari Rumahmu Dan Tak Bakal Kembali Selamanya Sekarang ini Kau Tengah Safar Pada Satu Maksud Yang Penuh Pertanyaan. ”

Saat Mayat Diusung….
Terdengar Dari Langit Nada Memekik,
” Wahai Fulan Anak Si Fulan.. Berbahagialah Bila Amalmu Yakni Kebajikan Berbahagialah Bila Matimu Dimulai Tobat
Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Patuh. ”
Saat Mayat Siap Dishalatkan….
Terdengar Dari Langit Nada Memekik, ” Wahai Fulan Anak Si Fulan.. Masing-masing Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Saksikan Pada akhirnya Di Akhirat Apabila Baik Jadi Kau
Bakal Memandangnya Baik Bila Jelek, Kau Bakal Memandangnya Jelek. ”

Waktu Mayat Dibaringkan Di Liang Lahat…. Terdengar Nada Memekik Dari Langit, ” Wahai Fulan Anak Si Fulan… Apa Yang Sudah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini Wahai Fulan Anak Si Fulan… Dulu Kau Tertawa Saat ini Dalam Perutku Kau Menangis Dulu Kau Bergembira Saat ini Dalam Perutku Kau Berduka Dulu Kau Bertutur Kata Saat ini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa. ”

Saat Semuanya Manusia Meninggalkannya Sendirian….

Allah Berkata Kepadanya, ” Wahai Hamba-Ku….. Saat ini Kau Tinggal Seseorang Diri Tidak ada Rekanan Serta Tidak ada Kerabat Di Satu Tempat Kecil, Sempit Serta Gelap.. Mereka Pergi Meninggalkanmu.. Seseorang Diri Meskipun sesungguhnya, Lantaran Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku Hari Ini,…. Bakal Kutunjukan Padamu Kasih Sayang-Ku Yang Bakal Takjub Seisi Alam Saya Bakal Menyayangimu Lebih Dari Kasih Sayang Seseorang Ibu Pada Anaknya. Pada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, ” Wahai Jiwa Yang Tenang Kembalilah Pada Tuhanmu Dengan Hati Yang Sukai Lagi Diridhai-Nya Jadi Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba-Ku Serta Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku.
Aamiin.

Semoga ALLAH Senantiasa membimbing kita selalu dalam keadaan istiqomah untuk taat serta bertakwa pada ALLAH serta senantiasa dalam keimanan, serta mudah2n ALLAH berikanlah kita ganjaran yang tambah baik berbentuk surga dunia ataupun surga akhirat kelak. Aamiin

Marilah kita berdoa, bermunajat pada Allah. Mudah-mudahan Allah mengampuni kita, serta menghapuskan kita dari semuanya dosa yang sudah kita lakukan.

Ya Allah,
Ampunilah semuanya dosa-dosa kami, baik punya niat ataupun tak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu supaya kami senantiasa dekat kepada-Mu sampai akhir hayat.
Aamiin ya Rabbal’alamin

Silakan Click Like serta Berikanlah di halamanmu supaya anda serta beberapa rekanmu selalu istiqomah serta dapat tingkatkan ketakwaannya pada ALLAH SWT.

Ya ALLAH…Muliakanlah orang yang membaca ini

Gerakkanlah kakinya untuk ambil langkah ke masjid
Lapangkanlah hatinya
Bahagiakanlah keluarganya
Luaskan rezekinya seluas lautan
Mudahkan semuanya masalahnya
Kabulkan cita-citanya
Jauhkan dari semuanya Musibah
Jauhkan dari semuanya Penyakit, Fitnah, Prasangka Keji, Berkata Kasar serta Mungkar.
Serta dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca serta membagikan kebaikan ini.
Aamiin ya Rabbal’alamin,,,,

Mudah-mudahan bermanfaat untuk umat muslim wa muslimat,,

sumber

Hindari Perbuatan Ini Kalau Ibu dan Ayah Anda Sudah Meninggal Dunia…!

Kesilapan besar anak-anak terhadap arwah ibubapa yang sudah meninggal dunia antaranya adalah :

#1. Ada yang hanya menggantung gambar ibubapa di dinding-dinding rumah atau simpan gambar itu dalam dompet.

#2.Ada yang suka simpan barang yang ditinggalkan oleh ibubapa, dijaga dengan baik atau diwariskan.

#3. Ada yang sering pergi ke kubur hanya untuk bersihkan kuburan dan dicabut rumput.

#4. Ada yang menangis dan bersedih sepanjang masa teringatkan arwah dan lain-lain.

Sebenarnya bukan itu sangat yang arwah ibubapa kita mahukan, harapkan dan perlukan. Semasa mereka berada di alam barzakh sana, ada yang lebih utama dari itu.

Sebagai anak kita wajib meneruskan bakti dan khidmat kita kepada arwah ibubapa kita. Di sana mereka teramat- amat menantikan doa dan kiriman pahala khas dari anak-anak mereka.

Yang mereka perlukan, antaranya ialah :

#1. Doa keampunan dan rahmat Allah untuk mereka dari anak-anak.

#2. Sedekah harta yang diniatkan pahalanya untuk mereka dari anak-anak.

#3. Amal soleh yang dilakukan hasil didikan mereka dari anak-anak.

#4. Anak-anak sering menyebut atau menceritakan apa saja kebaikan ibubapa.

#5. Sedekahkan Al-Fatihah setiap hari untuk arwah ibubapa.

Setelah matinya seorang ibu atau bapa, segalanya sudah berubah. Di alam barzakh sana segala nikmat duniawi sudah tidak bermakna lagi… hilang sudah senda gurau, gelak tawa, main main, perhiasan indah atau harta dunia.

“… yang bernilai di sana hanya pahala yang dibawa atau yang dikirim…”

Ingatlah..hari ini kita sebagai anak, esok lusa kita mati amalan yang sama kita perlukan pada anak kita.

Berwasiatlah bagaimana kita mahu orang di sekililing kita lakukan untuk kita apabila kita menghadapi sakaratul maut. Kita sudah tidak mampu berkata-kata apabila berada dalam keadaan sedemikian.

Bagaimana kita mahu anak isteri, kaum kerabat atau masyarakat membantu kita apabila berhadapan dengan kematian. Ketahuilah bahawa saat kematian itu adalah bila-bila masa. Berwasiatlah bagaimana kita mahu menghadapi sakaratul maut.

Sumber : ohmymedia

Pemain Bola Sepak Dunia Yg Memeluk Islam Disaat Nama Mereka Berada Dipuncak

Pemain Bola Sepak Dunia Yg Memeluk Islam Disaat Nama Mereka Berada Dipuncak

Pemain Bola Sepak Dunia Yg Memeluk Islam Disaat Nama Mereka Berada Dipuncak

Di tengah hiruk-pikuk dunia bola sepak Eropah yang didominasi kaum non-muslim, ternyata ramai juga pemain yang memeluk agama Islam.

Pencerahan atau Hidayah bisa datang bila-bila sahaja dan kepada siapa sahaja di mana saja, dengan berbagai cara yang kadang-kadang tidak terduga. Ada banyak orang yang memutuskan masuk Islam, termasuk juga para pemain bola sepak dunia yang mantap telah menjadi mualaf.

Sejumlah pemain tersebut memilih untuk pindah bertukar pegangan kerana atas pelbagai sebab yang berbeza. Berikut ini aktor lapangan hijau yang memilih Islam sebagai agama baru mereka.

1. Frank “Bilal” Riberry

Pemain Bola Sepak Dunia Yg Memeluk Islam Disaat Nama Mereka Berada Dipuncak

Ribery adalah pemain Pasukan Kebangsaan Perancis. Sebelum memeluk Islam, Riberi adalah umat Kristian. Ribery mendapat wahyu kebaikan saat dirinya berada didalam kelab Turki, Galatasaray, pada 2005. Baginya, Islam adalah sumber kekuatan dan keselamatan. “Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam dan di luar lapangan bola sepak. Saya mengalami kehidupan yang cukup keras dan saya harus menemukan sesuatu yang membawa saya pada keselamatan dan saya menemukan Islam,” kata Ribery.

2. Eric Abidal

Pemain Bola Sepak Dunia Yg Memeluk Islam Disaat Nama Mereka Berada Dipuncak

Kepada majalah Match yang terbit di Paris, Abidal mengatakan, agama Islam telah mendorongnya untuk bekerja keras untuk memperkuatkan pasukannya. ”Saya memeluk Islam dengan keyakinan penuh,” ujar ayah dua anak itu. Sejak masuk Islam, Abidal berusaha menjadi Muslim yang taat.

3. Nicolas Anelka

Pemain Bola Sepak Dunia Yg Memeluk Islam Disaat Nama Mereka Berada Dipuncak

Namanya Nicolas Anelka, Mantan Pemain Timnas Prancis, Dia pernah menjadi sebahabagian dari Kelab London Biru Chelsea. Dia mengambil nama Muslim Abdul-Salam Bilal, dan dia merasa sangat aman dengan memeluk agama islam ini.

4. Robin Van Persie

Pemain Bola Sepak Dunia Yg Memeluk Islam Disaat Nama Mereka Berada Dipuncak

Ini striker produktif yang pernah memperkuat Arsenal dan Manchester United. Dia adalah Robin Van Persie, Striker Kelab Kebangsaan Belanda ini khabarnya memeluk agama Islam, setelah menikah dengan isterinya yang merupakan warganegara Maroko beragama islam.

5. Danny Blum

Pemain Bola Sepak Dunia Yg Memeluk Islam Disaat Nama Mereka Berada Dipuncak

Danny Blum memutuskan masuk Islam pada Januari 2015. Dalam sebuah wawancara beberapa tahun yang lalu, Blum mengatakan bahwa dirinya mengikuti semua aturan dan ritual untuk menjadi seorang Muslim.
Pemain asal Jerman ini hanya makan makanan halal dan menjalankan solat lima waktu dalam sehari. Blum juga menggambarkan Islam sebagai agama yang memancarkan harapan dan kekuatan.

6. Emmanuel Adebayor

Pemain Bola Sepak Dunia Yg Memeluk Islam Disaat Nama Mereka Berada Dipuncak

Emmanuel Adebayor membuat keputusan penting di bulan Ramadhan kemarin. Eks striker Tottenham tersebut memilih Islam sebagai tuntunan hidupnya. Prosesi Adebayor masuk Islam pun diabadikan dalam sebuah video amatir. Pemain asal Togo itu terlihat mengucapkan dua kalimat syahadat.

7. Fred

Pemain Bola Sepak Dunia Yg Memeluk Islam Disaat Nama Mereka Berada Dipuncak

Tinggal di Kota Lyon yang banyak dihuni imigran Muslim, membuat Fred bersentuhan dengan budaya Islam. Berkawan dengan Karim Benzema menjadi dia semakin mengenal ajaran Islam. Namun sangat sedikit informasi bila tepatnya dan kepada siapa Fred mengucapkan kedua kalimat syahadat saat menjadi mualaf.

Momen keislaman Fred terbuka ke publik ketika dia mampu mencetak satu gol dalam Piala Dunia 2006 di Jerman. Ketika itu Brasil memukul Australia dengan skor 2-0, pada 18 Juni 2006. Usai menjaringkan gol, penonton di stadion dan tv dikejutkan dengan gaya Fred yang melakukan gaya merayakan gol dengan cara tidak biasa. Pasalnya dia bersujud syukur di padang bola.

8. Phillipe Troussier

Pemain Bola Sepak Dunia Yg Memeluk Islam Disaat Nama Mereka Berada Dipuncak

Troussier (51) adalah mantan pelatih tim nasional Maroko dan kelab bola sepak Prancis Marseille. Ia juga pernah melatih pasukan Afrika Selatan, Nigeria, Pantai Gading, Burkina Faso, Qatar dan Jepun, yang dipandunya hingga masuk ke pusingan kedua Piala Dunia 2002.
“Troussier bukan lagi Philippe, ia telah menggunakan nama Omar dan isterinya bukan lagi bernama Dominique tetapi sudah menggantinya dengan nama Amina,” demikian diberitakan harian Maroko-Prancis, L’Opinion, Kamis.

Sumber : mymediaprima.today

sumber

Pelajar Perempuan ‘on the way’ Ke Sekolah Dilanggar Lari, Meninggal Dunia Lepas Tunggu Ambulans Datang Lambat Sejam…

Berita kemalangan ni mesti ada je setiap hari dalam berita. Kena langgar kereta, terlanggar tiang lah, bertembung dengan lori, macam-macam ada. Bila berlaku kemalangan pulak, mestilah orang ramai cepat-cepat panggil ambulans dan sedaya upaya nak selamatkan mangsa.Tapi kesian kat gadis di Mantin, Seremban ni kerana tak sempat diselamatkan dari accident atas sebab yang sangat tak patut. Menurut WORLD OF BUZZ, kemalangan tu berlaku baru pagi tadi pukul 6:30 pagi.
Gadis berusia 16 tahun tu khabarnya on the way nak ke sekolah dengan kakak dia naik motosikal.
Duk seronok-seronok tunggang motor nak pergi sekolah, tiba-tiba kena langgar dengan kereta dari belakang. Langgar lari pulak tu! Selamba je dia tak bersalah tinggalkan manusia yang dilanggar macam tu je.
Lepas kemalangan tu, kakaknya yang umur 18 tahun cedera sikit je, tapi gadis tu cedera parah dan memang perlukan rawatan perubatan segera. Nak dijadikan cerita, ambulans tu sampai sejam lepas kemalangan. Memang sampai-sampai tu dah tak bernyawa la gadis tu.Kesiannya!
Setakat ni takde orang tahu kenapa ambulans tu datang lambat, tapi keluarga mangsa terkejut gila bila dapat berita anak-anak gadis dia kemalangan dan salah seorang dah meninggal dunia. Bila ahli keluarga gadis tu sampai je dorang terus menangis sebab remaja perempuan tu dah terkulai atas jalan raya.
Klinik Kesihatan Mantin rupanya takde ambulans tersedia, jadi bila penduduk nak kena guna ambulans, terpaksa guna ambulans dari Seremban ataupun daripada angkatan pertahanan awam kat Lenggeng.So maybe tu salah satu sebab lambat. Ambulans tu katanya wujud kat Klinik Kesihatan Mantin before this tapi dibaiki sejak sebulan lalu tak siap-siap.
Rata-rata yang menyaksikan kejadian tu berang dan salahkan ambulans yang lambat tu sebab kalau tak gadis tu maybe masih hidup lagi.
Ajal maut di tangan tuhan, so kita tak boleh nak salahkan sesiapa. Semoga roh adik tu aman di sana.
Sumber : lobakmerah.

Disangkakan Kain Baju Hanyut, Rupanya Orang… Al-Fatihah

“Saya kira baju hanyut” kata seorang lelaki yang merupakan saksi penemuan mayat dua beranak yang dipercayai mati akibat lemas di desa Limbato Gorontalo sulawesi petang semalam.

Dimaklumkan kedua beranak itu tergelincir ketika menyeberangi sungai dalam perjalanan mengambil lembu milik mereka yang di letakkan di padang diseberang sungai berkenan.

Menurut suami mangsa, pada pagi hari dia yang menghantar lembu milik mereka ke padang itu, kerana merasa tidak enak badan, dia cuba meminta tolong isterinya untuk mengambilnya kira kira jam 5 petang.

Pada awalnya, beliu cuba melarang anak lelaki mereka Ahmad yang berusia 3 tahun untuk ikut, namun anaknya menangis dan berkeras Mahu ikut bersama ibunya.

“Saya bahkan cuba memberinya duit,kerana bimbang dengan keselamatan mereka, namun isteri yang tak dapat melihat Ahmad menangis membawa turut serta” katanya sayu

Bagaimanapun kedua jenazah yang ditemukan orang awam yang kebetulan lalau di kawasan itu, kedua jenazah di makamkan pagi tadi dalam satu liang.

Sumber: eberita.org

Nenek suap bubur pisang, bayi 10 hari meninggal dunia

Kecuaian seorang warga emas telah menyebabkan bayi yang baru lahir meninggal dunia selepas disuap dengan bubur pisang.

Menurut Lia Imelda Siregar, kejadian itu berlaku pada November tahun lalu di Kuala Simpang, Indonesia.

“Ini semua pengajaran buat kita semua. Dulu mungkin bayi baru lahir boleh diberi makan bubur pisang kerana pisangnya masih bersih dan bebas dari racun serangga,” tulisnya di Facebook.

Difahamkan, bayi yang dilahirkan tidak cukup bulan itu baru saja berusia 9 hari, tetapi telah disuap dengan bubur pisang oleh neneknya meskipun telah dilarang berbuat demikian.

Akibatnya, berlaku pendarahan dari hidung, mulut dan duburnya menyebabkan keluarga itu panik, lalu menghantar mangsa ke hospital.

“Si dedek (bayi) menangis saja. Jadi, saya buatkan bubur pisang untuk dia. Dulu anak-anak saya semua diberi makan bubur ini dan tiada apa-apa masalah yang berlaku.

“Tetapi bila diberi pada cucu, darah keluar dari hidung, mulut dan duburnya. Saya menyesal. Bidan pun dah melarang sebelum ini tetapi saya degil.

“Sewaktu dilahirkan, beratnya 1.8 kg. Selepas 10 hari, beratnya turun ke 1.3 kg,” katanya sambil menangis dan mengatakan bahawa itu adalah cucu pertamanya.

Sejam selepas dibawa ke hospital, bayi berkenaan disahkan meninggal dunia.

Lia menasihatkan ibu bapa dan penjaga tidak mengulangi kesilapan warga emas berkenaan dan haruslah diketahui bahawa bayi berusia enam bulan ke bawah tidak digalakkan diberi makan makanan pejal kerana usus mereka masih belum mampu menghadam makanan pejal.

“Jangan beri bayi makan makanan pejal. Kasihan anak kecil ini menderita darah keluar dari hidung, mulut dan duburnya sehingga hilang nyawa akibat kecuaian neneknya sendiri.

“Usus bayi tidak kuat seperti usus orang dewasa. Tolong jangan beri makanan pejal kepada bayi,” tulisnya.

Bagaimana Surah Ad-Dhuha Boleh Mengubah Kehidupan Kita?

Kebanyakan daripada kita tahu dan hafal Surah Ad-Dhuha dan makna yang disampaikan agak mudah untuk difahami apabila berulang kali membacanya. Namun, adakah kita pernah sedar bahawa surah Ad-Dhuha sebenarnya telah memberi pendedahan berupa pengajaran dan kesannya dalam kehidupan seharian kita?

Surah ini telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW ketika Baginda tidak mendapat apa-apa wahyu langsung selama enam bulan (tidak termasuk mimpi). Ketika itu, fikiran Baginda berasa sangat terganggu dan tertekan sehingga Baginda mempercayai bahawa Allah Taala telah menyisihkannya dan tidak mahu lagi Baginda menjadi seorang Nabi.

Tidakkah dalam hidup kita juga merasai perasaan yang sama? Ketika kita merasakan tahap iman kita goyah, tiada lagi khusyuk dalam menunaikan solat dan tahap hubungan kita dengan Allah menurun?

Pada masa yang sama, kita juga merasakan setiap doa yang dipohon tidak akan dimakbulkan oleh Allah, segala solat yang dikerjakan terasa hanya sia-sia dan tidak mendatangkan kesan yang positif dalam diri. Anggapan yang lebih dahsyat sebagai seorang manusia biasa bahawa Allah tidak lagi peduli apatah lagi untuk mengasihi kita.

Disebabkan perkara-perkara itu, surah Ad-Dhuha telah diturunkan dan diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyingkirkan segala sifat mazmumah dan sebaliknya menerapkan kepada diri Baginda tentang keamanan, sifat mahmudah dan yang paling penting tentang jaminan Allah tidak akan meninggalkan Baginda SAW dalam apa jua keadaan sekalipun.

Dari situ juga, dengan keadaan kita sebagai manusia biasa yang sering dilanda kesusahan, depresi, dan hilang tempat pergantungan, Allah akan memberi jalan untuk kita percaya pada pergantungan Allah di samping hidup dengan tenang dan aman.

Jadi, apa yang dikatakan dalam surah tersebut? Kita perhatikan pada setiap ayat satu persatu.

#1 – (وَالضُّحَىٰ ) – “Demi waktu Dhuha” (ketika matahari naik setinggi galah)

Perkara ini lah perkara pertama yang perlu kita dengar apabila kita mengalami tekanan – Bangun dan lihatlah cahaya matahari! Ingin diingatkan bahawa tiada keazaban dan kesuraman berlaku dalam hidup kita. Hanya perlu untuk bangun dan lihat cahaya sekitar kita.

#2 – ( وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى) – “Dan demi malam untuk menaungi kegelapan.”

Kenapa tiba-tiba pada ayat kedua, dinyatakan tentang kegelapan? Ia adalah bertujuan untuk memesan kepada kita bahawa malam dijadikan oleh Allah Taala untuk memberikan kita rehat dengan selesa.

Kebiasaannya, apabila kita dirundung dengan tekanan atau depresi, secara automatik, corak tidur kita akan mengalami perubahan seperti tersedar sepanjang malam atau tidur sepanjang hari.

Perkara seperti itu sebenarnya akan memberi kesan yang negatif kepada minda kita. Oleh hal yang demikian, ayat kedua dalam Surah Ad-Dhuha ini memberi peringatan bahawa Allah menjadikan malam untuk manusia dapat menenteramkan minda dan jiwa dari mengalami tekanan.

#3 – (مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ) – “Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak pula membencimu”

Ayat ketiga ini sungguh menakjubkan! Secara terangan Allah Taala telah memberi peringatan bahawa Dia tidak akan pernah melupakan, meninggalkan apatah lagi untuk membenci kita sebagai manusia yang lemah. Dia sentiasa ada untuk manusia yang beriman kepadaNya.

#4 – (وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَىٰ) – “Sesungguhnya, Akhirat itu lebih baik bagimu dari dunia”

Apabila kita mengalami stress dalam hidup, pasti banyak kali kita berfikir: Adakah pengakhiran hidupku ditakdirkan begini? Adakah tiada langsung perubahan yang baik dalam hidupku?

Apabila kita mempersoalkan tentang takdir hidup kita, ayat keempat dalam Surah Ad-Dhuha telah memberi jawapan yang terbaik.

Apabila kita mengalami kesedihan hingga menyebabkan depresi tentang hidup, Allah Taala telah menjelaskan dalam ayat empat tersebut iaitu kehidupan di dunia hanyalah sementara dan tiada kehidupan yang lebih baik untuk ditandingi melainkan kehidupan di Akhirat yang kekal abadi.

Apabila kita percaya bahawa Akhirat itu wujud dan merupakan tempat tinggal yang kekal, ia akan membantu kita untuk optimis pandang ke hadapan mengejar Jannah.

Seiring dengan perkara itu, ia juga membantu kita untuk percaya bahawa segala masalah, ujian dan cubaan yang dialami di dunia hanyalah sementara dan ketentuan Allah Taala buat kita sebagai hambaNya. Jika kita berjaya hadapi ujian itu dengan penuh keimanan, Syurgalah tempat yang terbaik untuk kita.

#5 – (وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ) – “Dan sesungguhnya Allah akan memberi kepadamu (limpah kurniaNya) dan engkau tetap berpuas hati”

Ini merupakan janji Allah Taala kepada kita sebagai umat manusia bahawa Jannah merupakan ‘hadiah’ yang teragung jika kita melaksanakan perintahNya. Pastinya Allah akan membalas segala amalan kebaikan yang kita buat dengan membuatkan kita semua berasa gembira! Subhanallah!

Oleh itu, adakah perkara itu perkara yang terbaik untuk didengar setelah kamu dilanda kemurungan dan berasa tertekan dengan masalah yang dihadapi?

#6 – (أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ) – “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu”

Melalui ayat keenam ini, Allah Taala telah memberi alasan untuk kita percaya akan janjiNya yang telah dijelaskan pada separuh pertama ayat Ad-Dhuha ini. Apabila ayat keenam ini disuarakan, pasti ramai antara kita berfikir: Bagaimana ayat yang menjurus tentang anak yatim berkaitan dengan kita?

Cuba renungkan. Berapa banyak kali dalam hidup anda ketika ditimpa kesakitan atau berasa kesunyian, anda merasakan tiada sesiapa yang peduli tentang anda? Siapa pula yang satu-satunya ada untuk anda pada ketika itu? Jawapannya Allah! Dia yang sentiasa menjaga anda dan membimbing anda mengubah kehidupan dari kemungkaran ke arah kebaikan.

#7 – (وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ)– “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang tiada pedoman lalu Dia memberi hidayah kepadamu”

Berapa ramai daripada kita telah menyimpang ke arah kesesatan dari Islam yang sebenar lalu telah menemui dirinya kembali? Walaupun hakikatnya kita dilahirkan sebagai seorang Muslim?

Sesungguhnya, pada ketika itu Allah jua lah yang telah memberi nur dan hidayah lalu membawa kita kembali ke jalan yang lurus lalu tunduk kepadaNya. Di samping itu, secara tidak langsung telah mempraktikkan kehidupan kita sebagai seorang Muslim. Alhamdulillah!

#8 – (وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ)– “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang miskin, lalu Dia memberikan kekayaan”

Dalam kehidupan seharian, mungkin kebanyakan daripada kita pernah melalui tempoh kekurangan wang dan harta. Kini, apabila kita imbas kembali, barulah kita sedar bahawa dalam kesukaran kewangan yang ditakdirkan untuk kita hadapi, hanya Allah yang memberi rezeki kepada kita dalam apa jua bentuk.

Jadi, apabila seseorang berada dalam tekanan, berinya contoh tentang bagaimana Allah Taala boleh membantunya menjadi lebih kental dalam mengharungi setiap dugaan yang datang dan percayalah janji Allah itu pasti.

#9 – (فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ) – “Maka terhadap anak-anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenangnya”

Ayat ini menunjukkan penawar terbaik kepada masalah tekanan!

Kebanyakan orang yang mengalami tekanan hidup, mereka merasakan hidup mereka tiada lagi gunanya dan merasakan juga tiada siapa yang lebih teruk berbanding hidupnya.

Ayat ini mengingatkan kita jika kita berasa tertekan dan hilang harapan untuk hidup, lihatlah kehidupan orang yang jauh lebih susah dari kita. Cuba lihat anak-anak yatim. Mereka tiada sesiapa apatah lagi insan-insan yang menyayangi dan menjaga mereka. Dibandingkan dengan kita yang ada keluarga, tempat tinggal dan makanan disediakan di atas meja, masih menganggap kehidupan kita tidak baik? Subhanallah!

#10 – (وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ) – “Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau mengherdiknya”

Satu lagi contoh ialah pengemis – Ia adalah satu pengajaran dan peringatan kepada kita tentang Allah Taala telah banyak menurunkan rezeki berupa kebendaan kepada kita – makanan, pakaian dan tempat tinggal.

Berapa ramai antara kita yang pernah tidur dalam kelaparan? Berapa ramai antara kita yang tiada pakaian untuk menutup tubuh? Berapa ramai lagi antara kita yang tiada rumah untuk dituju?

Contoh-contoh yang melibatkan anak-anak yatim dan pengemis ini adalah untuk mengajar kita supaya sentiasa bersyukur dengan keberkatan yang Allah Taala telah berikan kepada kita tanpa Dia meminta kembali.

Syukur ini juga sebenarnya satu cara untuk kita mengatasi masalah kemurungan yang melanda dalam diri kita. Dengan rasa syukur, hubungan kita dengan Allah kembali terjalin.

#11 – (وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ)– “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur”

Ayat terakhir ini adalah mengenai cara untuk mengekalkan iman dan ikatan dengan Allah Taala iaitu melalui pemikiran, kemuliaan dan percakapan tentang keberkatan Allah!

Baik dari segi halaqah, perbincangan dengan ahli keluarga dan kawan-kawan atau pun melalui dakwah. Selain daripada itu, untuk sentiasa dekatkan hati dengan Allah Taala, haruslah memperbanyakkan membaca Al-Quran, berzikir dan menghadiri kuliah-kuliah agama lalu menghayatinya.

Jadi, seandainya suatu masa nanti anda merasakan iman anda goyah, dirundung kekecewaan dan kemurungan hingga terputusnya hubungan dengan Allah Taala, bacalah Surah Ad-Dhuha dan hayati seluruh maknanya. InshaAllah, ia akan memulihkan kepercayaan anda sekali gus meningkatkan keyakinan anda terhadap hebatnya kekuasaan Allah Taala.

 

Sumber: Tazkirah.net 

MENGAPA RAMAI ORANG MATI MATANYA MEMANDANG KEATAS? INI PENJELASAN USTADZ ABDUL SOMAD

Terkadang kita mendapati orang yang meninggal matanya melotot. Dan ternyata cukup banyak orang yang mengalami begitu ketika sakaratul maut.

Mengapa? Ustadz Abdul Somad menjelaskan, kematian adalah berpisahnya ruh dari jasad. Ketika seseorang dicabut nyawanya oleh Malaikat Maut, maka ruhnya akan keluar lewat atas (kepala), sehingga ia kaget melihat keluarnya ruh itu. Sehingga matanya pun melotot.

“Ruh keluar berawal dari ujung kaki. Minal asfal. Asfal artinya bawah. Mengalir dia ke atas, lalu dia keluar dari atas, maka mata pun melihat. Makanya orang yang meninggal itu matanya melotot. Apa yang dia lihat? Ruh keluar, “terang alumni Universitas Al Azhar Mesir dan Universitas Darul Hadits Maroko ini.

Sakaratul maut ini sangat berat, apalagi bagi orang-orang zalim dan kufur kepada Allah.

ولو ترى إذ الظالمون في غمرات الموت والملائكة باسطو أيديهم أخرجوا أنفسكم اليوم تجزون عذاب الهون بما كنتم تقولون على الله غير الحق وكنتم عن آياته تستكبرون

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim berada dalam tekanan sekaratul maut, sedang malaikat mumukul dengan tangannya, (Sambil berkata):” Keluarkan nyawamu “. Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, kerana kamu selalu mengatakan terhadap Allah yang tidak benar dan kerana kamu selalu membenci diri terhadap ayat-ayatnya “(QS Al An’am: 93)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)

Adapun yang paling ringan, yakni bagi orang mukmin, Rasulullah menggambarkan:

“Kematian yang paling ringan adalah sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Adakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta kain kain sutera yang tersobek? “(HR Bukhari)

Pernahkan anda melihat orang nazak dan menghembuskan nafasnya yang terakhir. Jika belum pernah, elok jika anda berusaha untuk melihatnya sebelum anda menemui ajal anda sendiri. Melihat orang mati dapat mententeramkan nafsu buas yang berkocak. Melihat orang mati juga membuatkan kita tersedar agar jangan lalai serta leka dengan kehidupan dunia.

Jika anda biasa melihat orang mati, anda tentu pernah melihat orang yang mati dengan keadaan matanya yang terbeliak. Tahukah anda kenapa? Berikut adalah jawapannya:

Hadith:

Dari Abu Hurairah r.a katanya, Rasulullah SAW bersabda: Tidakkah kamu lihat apabila seorang manusia mati, matanya terbeliak ke atas? Jawab mereka, Ya kami melihatnya, ya Rasulullah. Sabda baginda lagi: Hal itu terjadi kerana penglihatannya mengikut rohnya ketika roh itu pergi.

Huraian Hadith:

Kehidupan yang singkat di dunia ini amat penting dalam menentukan kehidupan yang panjang di akhirat kelak. Manusia, selain tidak mengetahui hari kematiannya, mereka juga tidak mengetahui nasib akhirnya sama ada mati dalam keadaan husnul khatimah atau su’ul khatimah, sekalipun amal ibadat dirasakan semakin bertambah.

Rasulullah SAW sendiri telah bersabda yang maksudnya:Dan Dialah Tuhan dan tiada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya salah seorang di antara kamu beramal dengan amalan ahli syurga sehingga jarak antara dia dengan syurga itu hanya sehasta. Tiba-tiba kitabnya telah mendahuluinya, lalu ia pun beramal dengan amalan ahli neraka, maka ia masuk ke dalam neraka.

Dan sesungguhnya salah seorang di antara kamu beramal dengan amalan ahli neraka sehingga jarak antara dia dengan neraka itu sehasta sahaja. Tiba-tiba kitabnya telah mendahuluinya, lalu ia pun beramal dengan amalan ahli syurga, maka ia masuk ke dalam syurga. (Bukhari).

Hadith ini memperingatkan kita bahawa tidak ada manusia yang dapat menjamin kesudahan yang baik bagi dirinya. Namun begitu dalam meniti saat-saat kematian, adakalanya Allah SWT menunjukkan kepada hambaNya tanda-tanda baik (“Husnul Khatimah”) atau tanda-tanda buruk (su’ul khatimah) dalam mengakhiri ajal seseorang.

Sebab itulah kita diseru agar sentiasa berhati-hati supaya tidak terjerumus dengan godaan syaitan yang menggoda tidak kira masa sama ada ketika masih hidup di dunia atau semasa menghadapi sakaratul maut. Sesungguhnya mengingati dan menghayati erti kematian adalah satu motivasi diri yang terbaik supaya diri kita menjadi lebih insaf dan tidak leka dengan keindahan dunia yang hanya sementara ini.

KISAH MAYAT GURU AL-QURAN DIKEBUMI 7 TAHUN LALU MASIH SEMPURNA DAN WANGI..

Jenazah Allahyarham Maheran Jaaffar, seorang guru agama yang meninggal kira-kira 7 tahun lalu pada 2006 adalah antara 350 kubur yang turut digali semula untuk dipindahkan, ditemui dalam keadaan sempurna dan berbau wangi ketika kerja menggali tanah perkuburan tersebut kelmarin.

Waris melihat jenazah ahli keluarga mereka dibawa keluar.

Ketika dikeluarkan dari liang lahad di Tanah Perkuburan Islam Kampung Batu Badak kelmarin, jasad arwah Maheran didapati masih dalam keadaan sempurna.

“Ketika proses menggali dan mengeluarkan jasad arwah dilakukan, tiba-tiba seluruh kawasan tanah perkuburan ini berbau harum.”

 “Saya melihat sendiri kain kafan yang membaluti arwah masih berkeadaan baik. Ia tidak reput, sebaliknya hanya dikotori tanah,” kata Abdullah Abdul Karim, 74.

Abdullah adalah menantu kepada arwah Maheran Jaaffar yang meninggal dunia akibat sakit tua pada 2006 ketika usia 74 tahun.

Rajin Zikir, Patuhi Suami

Abdullah berkata, dia yakin keistimewaan yang dikesan pada jasad arwah Maheran, berkait rapat dengan amalan arwah ibu mentuanya ketika hidup.

“Arwah rajin berzikir dan amalan itu dilakukan sebaik bangun daripada tidur. Malah, arwah tidak pernah mengambil sarapan sebelum berzikir. Arwah juga sangat patuh kepada suami selain rajin beribadah di masjid dan dia juga mengajar al-Quran kepada anak-anak jiran,” katanya.

Selain itu, Abdullah berkata, arwah ibu mentuanya yang agak pendiam juga seorang yang pemurah dan sering bersedekah.

“Saya bekerja sebagai penjaga di tanah perkuburan ini sejak 20 tahun lalu. Keadaan jasad arwah ibu mentua yang masih sempurna biarpun selepas tujuh tahun dikebumikan menunjukkan kebesaran Allah yang perlu dijadikan iktibar.”

“Saya juga bersyukur kerana segala proses menggali kubur dan memindahkan jasad ibu mentua saya serta jasad lain berjalan lancar,” katanya lagi.

Bertanggungjawab

Anak sulung Allahyarham Maheran, Hamisah Kassim, 67, berkata beliau terkejut dan hiba apabila dimaklumkan jenazah ibunya dalam keadaan wangi dan masih sempurna, termasuk kain kapan yang masih utuh.

“Kubur emak adalah yang pertama digali untuk dipindahkan ke Tanah Perkuburan Wakaf di Kampung Tasek. Saya terharu diberitahu jenazah ibu masih elok dan wangi.

“Mungkin itu balasan yang diterima ibu kerana ketika hayatnya arwah mengajar kanak-kanak mengaji al-Quran. Seingat saya, arwah sentiasa mengamalkan amalan berselawat, berzikir dan sering bersedekah,” katanya ketika ditemui di sini, semalam.

Hamisah berkata, arwah ibunya juga seorang yang bertanggungjawab menjaga empat lagi adik-beradiknya dan seorang yang pendiam. Beliau turut bersyukur dan berharap roh arwah ibunya ditempatkan Allah bersama roh orang soleh.

Insan Berhati Mulia

Sementara itu, individu yang mengurus dan mengkafankan jenazah arwah Maheran, Wan Khatijah Wan Abas, 80, berkata, dia terharu apabila berpeluang melihat jenazah arwah digali semula dari kubur.

“Saya dapati tali pengikat dan kain kafan jenazah arwah masih cantik, seolah-olah sahabat saya ini baru meninggal dunia semalam.”

“Tiada langsung bahagian kain kafan yang rosak. Ini memang petunjuk daripada Allah kepada hamba-Nya. Saya bersyukur diberi peluang menatap kebesaran Allah ini,”katanya.

Menurut Wan Khatijah, ketika mengkafankan jenazah arwah Maheran lapan tahun lalu, ia cukup mudah dilakukan.

“Arwah memang insan berhati mulia. Ini balasan Allah untuk orang sebaik arwah,”katanya.

Wallahu A’lam Bish Shawab

 (Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang benar)

Kisah Ini Berlaku Pada November 2013